Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Poco Nembu Coffee Colol Tebarkan Aroma Kopi Arabika Paling Enak

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

Indonesia merupakan negara yang membudidayakan tanaman kopi. Tak khayal jika Indonesia memiliki berbagai macam kopi arabika. Sudah banyak dunia yang mengakui bahwa kopi arabika paling enak ada di Indonesia. Sala satu penghasil kopi arabika unggulan dan rasa yang enak, ada di Poco Nembu, Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores - Nusa Tenggara Timur.

Kopi asal Flores NTT memiliki berbagai jenis kopi pilihan yang dihasilkan dari perkebunan kopi masyarakat baik yang ada di kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur serta beberapa kabupaten tetangga yang ada di pulau Flores seperti, kabupaten Ngada, nagekeo, Ende, Sikka dan flores Timur. Jenis tanaman kopi yang sangat terkenal antaranya, Arabika,Robusta, Juria dan sala satu yang terus di kembangkan saat ini yaitu jenis kopi colombia(kulitnya berwarna kuning).

Kopi Colol-Manggarai Timur.

Kopi produksi Colol merupakan kopi yang berasal dari daerah Manggarai Timur Flores NTT, tepatnya di Poco Nembu, yang terletak di ketinggian 1200-1700 m dari permukaan laut(dpl). Memiliki berbagai jenis tanaman kopi yang dimiliki masyarakat di wilayah tersebut dan sala satu yang terkenal yaitu kopi jenis Arabika. Jenis kopi arabika ini ditanam di ketinggian 1200 mdpl. Selain itu, daerah colol didukung dengan kesuburan tanah yang sangat menjanjikan, tanaman kopi ini secara turun temurun masyarakatnya sudah sejak lama menggantungkan roda ekonomi keluarga dari hasil panen kopi.

Produksi olahan kopi asal daerah Colol saat ini terus dikembangkan dan untuk memudahkan jangkauan tepat bagi semua kalangan masyarakat telah hadir produksi dalam bentuk sachet, netto 12 gram.

Dalam kesempatan jumpah dengan kepala desa Colol, Falentinus Tombor, yang juga merupakan sala satu penginisiatif dalam mendukung pengembangan kopi Colol menyebutkan bahwa “ niat dan tekat kami orang colol asli untuk terus dan komitmen memproses kopi colol dari hulu sampai hilir”. Hal ini dikatakannya saat bertemu untuk mempromosikan olahan kopi dalam bentuk sachet terbaru di kantor Bappelitbangda kabupaten Manggarai Timur-Borong, Jumat ( 28-5-2021).

Selain itu, Poco Nembu Coffee ini di produksi dari biji kopi unggulan hasil produksi para petani di kawasan lembah Colol –manggarai Timur, dengan komposisi 100 % kopi Arabika Colol, merupakan kopi arabika paling enak dan memiliki kekentalan yang tebal, serta rasa dan aroma kopi khas ini yang ditimbulkan, membuat kopi ini semakin enak, begitu juga dengan harga jual kopi yang sangat terjangkau oleh semua kalangan pencinta kopi.

Kopi Colol merupakan kopi arabika paling enak karena memiliki rasa yang seimbang antara manis dan asam. Kopi ini juga sering menjuarai kompetisi nasional dan internasional. Sehingga membuat kopi Colol selalu diburu oleh pecinta kopi. Tak khayal jika kopi ini menjadi favorit di kalangan pecinta kopi, cocok untuk semua kalangan karena rasanya tidak terlalu asam dan tidak terlalu pahit.

Cerita tentang keindahan alam pegunungan pulau Flores kususnya di tiga(3) kabupaten Manggarai- Flores, dikawasan ini salasatunya hadir komoditi perkebunan kopi dengan berbagai jenis kopi yang tumbuh subur dilereng pegunungan serta berdampingan dengan hutan alam yang dihadirkan sang pencipta bagi masyarakat di daerah ini.

Berangkat dari kenyataan tentang keindahan alam pegunungan yang indah tersebut, hadir pula kegelisahan serta keperihatinan dari berbagai kalangan akan pegawasan hutan alam terbaik yang ada didaerah tersebut. Keprihatian akan kelestarian hutan pegunungan hampir jauh dari pegawasan pemerintah daerah karena ada areal kawasan hutan yang di babat oleh masyarakat untuk perluasan area kepentingan perkebunan. Hal ini sungguh disayangkan karena ada beberapa data kawasan hutan lindung (redaksi) yang kami terima dari warga pencinta lingkungan telah menjadi rusak. Menjadi alasan utama kita bersama akan perlindungan kawasan hutan lindung adalah, sejauhmana, tugas dan tanggungjawab pengawasan semua stakeholders, kususnya pemerintah daerah setempat dalam menjaga konservasi alam serta ketahanan sumber-sumber mata air yang ada saat ini. “ keperihatian saat ini antaranya, bila areal kawasan hutan lindung dibabat untuk dijadikan perluasan kawasan perkebunan kopi”, dengan demikian bersiaplah kita untuk menelan pil pahit karena ulah warga yang tidak menjaga akan kelestarian lingkungan hutan alam lereng pegunugan tersebut, akan menjadi korban bagi para generasi setempat diwaktu mendatang”.

Arel sentra perkebunan kopi didaerah Flores saat ini tentunya telah menjadi perhatian dari berbagai pemerhati akan komoditi perkebunan yang banyak digandrungi terhadap jenis kopi seperti arabika maupun robusta, juria maupun jenis kopi colombia. Sejalan meningkatnya permintaan akan kopi di pasaran dunia tentunya menjadi harapan besar dari warga masyarakat petani kopi, bahwa pemprov maupun pemda di NTT dapat semakin fokus (Dinas pertanian) dalam peningakatan SDM petani kopi melalui kelompok-kelompok petani kopi yang terbentuk di pedesaan dari hulu sampai dengan hilir.

Salah satu sentra penghasil kopi Flores terbesar di pulau ini tersebar di 3 kabupaten, Yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat.

Data pada tahun 2019 menunjukan luas lahan kopi di Manggarai Timur mencapai 12.716 Ha dengan total produksi mencapi 2.571 ton. Di Kabupaten Manggarai luas lahan sebesar 7.460 Ha. Dengan total produksi mencapai 2.561 Ton. Di Kabupaten Manggarai Barat luas lahan mencapai 7.347 Ha dengan total produksi 1.278 Ton.

Meskipun memiliki jumlah produksi yang sangat tinggi, tingkat pendapatan ekonomi para petani kopi masih jauh berada dibawah garis kemakmuran. Tak semakmur harum nama kopi Flores yang telah mendunia. Keberadaan para rentenir yang membeli komoditi kopi dengan harga yang sangat murah menjadi alasan utama.  

( Edy Latu- bappelitbangda NTT, didukung sumber lainnya).          

Read 201 times
Last modified on Wednesday, 02 June 2021 05:45