Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header

Rakor Penilaian Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten/Kota se NTT

Rate this item
(0 votes)
Published in: Artikel

Sebagai upaya pembinaan dan pengawasan kinerja kabupaten/kota dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan stunting yang merupakan salah satu Prioritas Nasional dan daerah, Penilaian kinerja konvergensi intervensi pencegahan stunting tersebut dilaksanakan melalui rapat koordinasi sebagai evaluasi untuk 22 kabupaten/kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penilaian Kinerja ini dipimpin dan dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) dalam hal ini Ditjen Bina Bangda dan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi melalui Bappelitbangda Provinsi NTT sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

 

Dalam rangka pelaksanaan penilaian kinerja pengelola Program Stunting Kabupaten/Kota oleh Pemerintah Provinsi NTT, melalui Bappelitbangda Provinsi NTT (Bidang Pemerintahan Sosial Budaya) telah mengundang pemerintah kabupaten/kota se NTT guna menyampaikan paparan kinerja aksi konvergensi stunting dari masing –masing Kabupaten periode tahun 2020.

 

Sekertaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, IR. Benediktus Polo Maing, saat membuka kegiatan rapat penilaian kinerja konvergensi stunting, bertempat di hotel Swiss-belinn Kristal Kupang, Rabu 9 Juni 2021,mengatakan penilaian kinerja pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi merupakan proses penilaian kemajuan kinerja kabupaten/kota dalam melakukan upaya untuk memperbaiki konvergensi intervensi  gizi  spesifik  dan  sensitif, selain itu Kegiatan ini juga merupakan Langkah untuk mengevaluasi seberapa besar keberhasilan kita dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT. Hasil dari penilaian aksi konvergensi ini akan menjadi bahan perbaikan untuk strategi, pelayanan maupun inovasi-inovasi baru dalam penanganan stunting di Provinsi NTT.“Pada tahun ini (2021), penilaian kinerja difokuskan pada pelaksanaan aksi 5 sampai dengan 8 konvergensi 22 kabupaten/kota prioritas, antaranya aksi konvergensi yang dinilai meliputi aksi analisis situasi, penyusunan rencana kegiatan, pelaksanaan rembuk stunting dan adanya Perbup/Perwalkot mengenai kewenangan desa dalam upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting, ”Ungkap Ben Polo Maing.

 

Hingga akhir 2020, penilaian kinerja telah dilaksanakan di 22 kabupaten. Penilaian kinerja dengan menggunakan 8 indikator kinerja, menghasilkan peringkat kinerja kabupaten/kota. Selain itu, penilaian kinerja juga menghasilkan rekomendasi yang akan dikirimkan oleh masing-masing pemerintah provinsi kepada kabupaten-kota.Terkait penilaian aksi konvergensi stunting untuk 22 kabupaten/kota se NTT yaitu aksi 1 sampai dengan 4 telah dilakukan penilaiannya pada tahun 2020 yang lalu. Terkait dari beberapa catatan penilaian terhadap pelaksanaan intervensi penurunan stunting di NTT sejak tahun 2018 sampai saat ini, Untuk itu Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten/Kota saat ini sedang berupaya keras dalam upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi NTT. Penurunan stunting di NTT dari tahun 2018 sampai 2020 menunjukkan kinerja yang cukup baik, akan tetapi perlu terus diupayakan untuk ditekan jumlah kasusnya.

 

Dalam berbagai kesempatan kunjungan kerja ke kabupaten/kota, pak Gubernur dan wakil Gubernur NTT selalu menekankan, stunting harus berada pada angka 1(satu) digit bahkan sampai nol kasus. Sebuah target yang ambisi usakan tetapi wajib dilakukan oleh pemerintah yang berpihak pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Komitmen bersama untuk penurunan stunting di NTT yaitu membangun kolaborasi / konvergensi seluruh pemangku kepentingan yang ada. Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota melalui peran Sektor dan Sub Sektor, Lembaga Mitra Pembangunan, Lembaga Sosial, Lembaga Keagamaan, Lembaga Perguruan Tinggi, Lembaga Bisnis/Pengusaha maupun stakeholders lainnya harus terus bekerja optimal agar target kita bisa tercapai.

Kondisi Stunting Tahun 2020 dengan pengukuran pada 374.524 anak, menunjukkan kasus stunting 24,2% atau 90.602 kasus. Kondisi ini menurun jika dibandingkan pada pengukuranTahun 2019 yakni 30% atau 91.120 kasus dari jumlah anak yang diukur 303.551 anak. Ada kondisi yang menarik disini, dari sisij umlah kasus terlihat penurunan yang kecil, akan tetapi dari prevalensi terjadi penurunan drastis. Hal Ini disebabkan karena tercapainya cakupan pengukuran yang lebih baik. Jika Tahun 2019 cakupannya berada pada kisaran 80%, maka pada Tahun 2020 telahmencapai 90%. Upaya pencapaian 100% sasaran cakupan pengukuran menjadi target pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2023.

 

Kegiatan Rakor penilaian aksi konvergensi stunting tingkat kabupaten/kota se NTT tahun 2021 ini, berlangsung selama tiga (3) hari yaitu tanggal 9 sampai dengan 11 Juni 2021, para peserta rakor stunting kabupaten/kota dari kegiatan ini dibekali pula Bimtek pengembangan basis data dan monev terbaru untuk stunting model baru menggunakan arsitektur 3 tier yang terdiri atas: Pertama, presentation tier/tampilan media input data dengan formulir online. Kedua, Busines logic tier /pengolahan data dengan database serta Ketiga, Data management/penyajian data yang lebih dinamis. Tampilan model baru pengolahan database dan monev ini juga akan terinput dengan data BPS yang ada di kabupaten/kota.

 

Para narasumber dalam bimtek pengembangan Sistem Basis Data dan Monev tersebut merupakan tim konsultan ahli masing-masing Sjamsul Hidayat perwakilan dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri,perwakilan dari Regional VI, Hendri Mulyono Hardi dan yang menjadi perwakilan untuk provinsi NTT, Ahmad K.Djaba.

 

Hadir dalam acara pembukaan rakor penilaian konvergensi stunting tahun 2021 antaranya, Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes RI, dr. Erna Mulati M.Sc, pimpinan DPRD NTT, Forkompinda Provinsi NTT, Tim penggerak PKK provinsi NTT, BKKBN perwakilan NTT,OPD kabupaten/kota se NTT, lembaga Mitra, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokpoh pemuda dan tokoh perempuan, Insan pers dan Media massa.

 

( Edy Latu/Nyoman Saniambara/A.Arden- Bappelitbangda NTT).

Read 152 times
Last modified on Friday, 11 June 2021 08:33