Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Artikel

Sebagai upaya pembinaan dan pengawasan kinerja kabupaten/kota dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan stunting yang merupakan salah satu Prioritas Nasional dan daerah, Penilaian kinerja konvergensi intervensi pencegahan stunting tersebut dilaksanakan melalui rapat koordinasi sebagai evaluasi untuk 22 kabupaten/kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penilaian Kinerja ini dipimpin dan dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri (kemendagri) dalam hal ini Ditjen Bina Bangda dan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi melalui Bappelitbangda Provinsi NTT sebagai wakil pemerintah pusat di daerah.

Merampungkan Kunjungan Kerja Sumba, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa memimpin Rapat bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat serta para bupati di Kantor Bupati Sumba Barat, Sabtu (5/6). Rapat membahas pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai bagian dari Major Project Akselerasi Pengembangan Energi Terbarukan dan Konservasi Energi yang diharapkan dapat berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan energi, pencapaian target bauran EBT nasional, sekaligus peningkatan rasio elektrifikasi NTT yang saat ini merupakan salah satu yang terendah di Indonesia, sebesar 86,81 persen. “NTT memiliki potensi sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, serta arus laut yang besar, hingga 25 gigawatt. Masih terdapat banyak ruang bagi EBT untuk tumbuh secara optimal, tentunya dengan menghadirkan enabling factors lainnya,” urai Menteri Suharso.

Kemandirian sector pangan merupakan suatu obsesi dan harapan dari berbagai pihak. Untuk mewujudkan hal tersebut maka pemerintah meluncurkan dan mereplikasi berbagai program pembanguan guna mewujudkan suatu ketahanan dan kemandirian pangan bagi masyarakat.Karena kecukupan dan ketersediann makanan sebagai suatu parameter dalam penanggukangan kemiskinan dan upayah percepatan kesejahtraan masyarakat.Untuk itu pembangunan sector irigasi haruslah menjadi prioritas dan entry point bagi setiap kebijakan pemerintah baik dari segi kelembagaan pengelolaan irigasi,keberadaan infrastruktur,tingkat produktivitas dan tingkat partisipasi masyarakat dalam mengelolah dan memelihara irigasi.

Pembangunan yang dilaksanakan melalui pelaksanaan program dan kegiatan diharapkan semaksimal mungkin dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut lembaga pemerintah harus mampu menerapkan sistem yang kondusif bagi berlangsungnya pembangunan sejak dari perencanaan hingga proses evaluasi. Prinsip Good Governance atau kepemerintahan yang baik merupakan sebuah komitmen yang mutlak dalam penyelenggaraan kepemerintahan dengan bercirikan profesionalisme, transparan, efektif, efisien akuntabel, demokratis dengan tetap menjungjung supremasi hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik atas kinerja pemerintah, maka diperlukan suatu pengukuran kinerja untuk menunjukan apakah sasaran atau kegiatan telah berhasil dicapai, yang kemudian dituangkan dalam Indikator Kinerja.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Kunjungan Kerja (kunker) ke Sumba, Nusa Tenggara Timur dengan mengunjungi Bendungan Kambaniru di Sumba Timur, Jumat (4/6). Bencana banjir yang terjadi April 2021 lalu mengakibatkan kerusakan yang berujung pada putusnya As bendungan sisi kanan sepanjang 80 m serta rusaknya area hilir Sungai Kambaniru, baik permukiman penduduk dan fasilitas umum. Kerusakan ini mengakibatkan saluran irigasi tidak bisa mengalirkan air ke daerah irigasi seluas 1.400 hektare. Kebutuhan rehabilitasi Bendungan Kambaniru mencapai 90 miliar rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 sebesar 67,5 miliar rupiah dan APBN 2022 sebesar 22,5 miliar rupiah.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Muhamamad Tito Karnavian dalam kunjungan kerja(Kunker) di Nusa Tenggara Timur selama sehari melakukan tatap muka dengan sejumlah kepala daerah se NTT, yang berlangsung di Aula Eltari Kupang, Kamis 3/6-2021. Dalam kegiatan tatap muka tersebut, Mendagri didampingi oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur, Yosep Adrianus Naesoi. Mendagri Muhammad Tito Karnavian, saat awal arahannya mengatakan Kunker yang dilakukannya saat ini berkaitan dengan masalah bencana siklon seroja yang terjadi di NTT beberapa waktu lalu serta dalam rangka Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021, dan Penanganan Pandemi Covid-19, maupun Penyerahan Bantuan Masker kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta mendukung program tim penggerak PKK.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monarfa bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dan 25 perwakilan kementerian/lembaga duduk bersama, membahas perencanaan hingga komitmen penganggaran kementerian/lembaga untuk sektor kesehatan dalam Rapat Pembahasan Multi Pihak Major Project Reformasi Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah 2022, Senin (31/5).

Indonesia merupakan negara yang membudidayakan tanaman kopi. Tak khayal jika Indonesia memiliki berbagai macam kopi arabika. Sudah banyak dunia yang mengakui bahwa kopi arabika paling enak ada di Indonesia. Sala satu penghasil kopi arabika unggulan dan rasa yang enak, ada di Poco Nembu, Desa Colol Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Pulau Flores - Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan kerja bersama rombongan di Kabupaten Nagekeo (24/5) untuk memastikan geliat aktivitas ekonomi di daerah, dalam upaya memberikan dukungan supaya tetap memacu peningkatan pertumbuhan ekonomi NTT yang positif. "Mencermati data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, NTT termasuk 10 Provinsi (Provinsi Riau, Riau, Bangka Belitung tumbuh 0,97 persen, Yogyakarta 6,14 persen, Nusa Tenggara Timur (NTT) 0,12 persen, Sulawesi Utara 1,87 persen, Sulawesi Tengah 6,26 persen, Sulawesi Tenggara 0,06 persen, Maluku Utara 13,45 persen, Papua Barat 1,47 persen, termasuk Papua 14,28 persen) yang pertumbuhan ekonominya positif, tentunya berkontribusi juga terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal I Januari-Maret 2021 sebesar 7 persen," ungkap Gubernur Laiskodat saat memberikan sambutan pada acara Kunker di Kabupaten Nagekeo.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan kerja bersama rombongan di Kabupaten Ngada (24/5) untuk meresmikan Kampus Desa Bambu Agroforestri di daerah Turetogo di Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa di atas lahan satu hektar, kampus tersebut dibangun oleh Yayasan Bambu Lestari  (YBL), organisasi nirlaba yang sejak 1993 telah aktif mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi lingkungan dan solusi ekonomi bagi masyarakat pedesaan di NTT. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti Oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang disaksikan oleh sejumlah pejabat Pemprov NTT serta Bupati Ngada AKBP (Purn) Paru Andreas dan Hadir pula  Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bito Wikantosa.

Page 1 of 57