Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Home

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) mempertemukan perwakilan imigran Afganistan dengan pihak International Organization For Migration (IOM) di Ruang Kerja Wagub, Rabu (19/5). Pertemuan tersebut bertujuan memfasilitasi berbagai keluhan dan permasalahan yang disampaikan para imigran. Hadir pada kesempatan tersebut 3 orang perwakilan imigran yakni Kubra Hasani, Reza Khademi dan Azim Hasani serta Kepala IOM Kupang, Asni Yurika. Dalam kesempatan tersebut, Wagub JNS menegaskan, pemerintah Provinsi NTT telah menganggap para imigran sebagai bagian dari penduduk NTT walaupun bukan warga negara Indonesia.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (JNS) pada senin (18/5) hadir di studio TVRI NTT untuk menjadi narasumber dalam acara Dialog Publik dengan tema “Mengawal Dana Bansos Pasca Bencana Seroja”. Turut hadir sebagai narasumber dalam dialog tersebut Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT Sofyan Antonius. Pada dialog tersebut wagub JNS menyampaikan “kesulitan yang masih dihadapi Pemprov. NTT dalam mendata kerusakan rumah warga yang diakibatkan oleh bencana siklon tropis seroja adalah karena masyarakat masih belum mengetahui perbedaan kategori atau pengelompokan rumah rusak berat, sedang maupun ringan karena hanya sedikit perbedaan antara kategori-kategori tersebut. Dan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori rusak berat sudah kami berikan bantuan berupa Dana Tunggu Hunian sebesar 500 ribu perbulan dan sudah kami berikan kepada 6488 kepala keluarga (KK) untuk 3 bulan atau jika ditotal anggarannya adalah 9,7 miliar.”

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Seroja dapat berjalan dengan cepat dan tepat. "Kita tentu akan terus mendorong Pemerintah Pusat untuk menerbitkan Inpres (Instruksi Presiden,red) terkait upaya Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana Seroja di NTT. Inpres ini sangat penting tentunya. Kita sudah menghubungi pak Pramono (Sektretaris Kabinet, red) untuk hal ini, " jelas Wagub JNS saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja di ruang kerja Wagub, Selasa (18/5). Dalam kesempatan tersebut I Nyoman Ariawan Atmaja menjelaskan hasil penilaian dan analisis Bank Indonesia Perwakilan NTT terhadap Dampak Bencana Seroja bagi Perekonomian NTT.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2020 ini berlangsung dalam Rapat Peripurna DPRD NTT yang digelar di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD NTT, Selasa (18/5) pagi. Rapat paripurna yang dimulai pada pukul 09.00 Wita ini dipimpin Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni didampingi Wakil Ketua Inche DP Sayuna, Chris Mboeik dan Aloysius Malo Ladi. Sementara itu, penyerahan dilaksanakan oleh Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI secara virtual melalui Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTT Ir. Adi Sudibyo MM kepada Ketua DPRD NTT Ir Emelia J Nomleni dan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.