Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Home

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan terima kasih kepada Presiden Jokowi. Secara khusus kepada BNPB yang bergerak cepat untuk membantu penanganan bencana di NTT akibat Badai Siklon Tropis Seroja. "Kami cukup bangga dengan BNPB yang begitu cepat tanggap. Hari pertama bencana, kepala BNPB nya langsung sudah ada di Flores. Ini sebuah nilai dan pelajaran berharga untuk kami, para pemimpin di NTT bahwa kalau rakyat ada masalah, jangan menunggu lama-lama. Pemimpin harus cepat hadir di tengah masyarakat, " kata Gubernur VBL dalam arahannya pada kegiatan Penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap I Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja dari BNPB kepada Gubernur NTT dan dari Gubernur NTT Diserahkan kepada Walikota/Para Bupati Penerima DTH Tahap I di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (28/4).

Keluarga besar Jajaran BPJS Kesehatan ikut merasakan keprihatinan mendalam, dan menyatakan simpati serta empati terhadap korban Bencana Badai Siklon Tropis Seroja, yang melanda Nusa Tenggara Timur pada awal April 2021 lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, dr. Andi Afdal, saat diterima oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) di Ruang Kerja Gubernur, pada hari ini, Rabu, 28 April 2021. ‚ÄúTerima kasih karena Bapak sudah berkenan meluangkan waktu dan menerima kami, salam hormat dari sahabat Bapak Prof. dr. Ali Gufron Mukti, M. Sc, Ph. D, yang juga adalah Direktur Utama BPJS Kesehatan, beliau juga ikut merasakan duka mendalam, sehubungan dengan musibah bencana Seroja yang dialami oleh sebagian besar masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengungkapkan apresiasi dari Presiden RI, Joko Widodo paska panen padi di Lokasi Food Estate di atas lahan seluas 3.000 ha di Kabupaten Sumba Tengah beberapa waktu lalu. Hal tersebut dikatakan Gubernur saat audiens bersama Tim Identifikasi dan Verifikasi Calon Lokasi Food Estate Provinsi NTT, Ichsan untuk Kabupaten TTS, Belu dan Sumba Barat Daya. "Paska kegiatan Panen di Sumba Tengah, Bapak Presiden sampaikan, Pak Gubernur, di Sumba Tengah Bagus ya, Puji Presiden. Saya menjawab, itu semua karena Bapak kan sering datang ke NTT, karena harap kami untuk bekerja sendiri, tidak bisa pak," ungkap Gubernur Viktor.

Provinsi Nusa Tenggara Timur jadi provinsi di Kawasan Timur Indonesia pertama yang kabupaten/kotanya berhasil mencapai eliminasi malaria. Ada 3 kabupaten/kota yang berhasil eliminasi malaria yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, dan Kota Kupang. Tiga wilayah itu berhasil capai eliminasi malaria selama 3 tahun. Kepala Dinas Kesehatan NTT dr. Messerassi B. V. Ataupah mengatakan dari ketiga wilayah itu, Kabupaten Manggarai berhasil capai eliminasi malaria pada tahun 2019, sementara Kabupaten Manggarai Timur dan Kota Kupang berhasil eliminasi malaria pada tahun 2020.