Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Home

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) mengatakan, Bencana Alam di NTT yang terjadi pada 5 April 2021 dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan terjadinya berbagai kerusakan infrastruktur, tidak perlu ditetapkan menjadi Bencana Nasional. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Viktor menanggapi usulan sejumlah kalangan agar Pemerintah menetapkan Bencana Alam di NTT sebagai Bencana Nasional. Menurut Gubernur Viktor, Koordinasi dan Komunikasi dengan Pemerintah Pusat dapat dilakukan tanpa diperlukannya alasan formal yang sifatnya administratif. Tentunya kami memiliki argumentasi untuk percepatan pemulihan dari kondisi yang ada saat ini. "Saat ini kami memiliki argumentasi yang logis untuk kepentingan daerah kami agar tidak perlu ditetapkan sebagai bencana nasional.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM, MH turun bersama meninjau korban badai seroja di sejumlah titik pengungsian, Senin (12/4). Turut serta dalam kunjungan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, SE, M.Si, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata, M.Si dan segenap pimpinan perangkat daerah terkait serta para camat dan lurah setempat. Titik pertama yang dikunjungi rombongan Gubernur dan Wali Kota adalah posko pengungsian korban longsor di RT 03, RW 01 Kelurahan Oebufu. Pada lokasi tersebut Gubernur menemui kurang lebih 167 jiwa dari 34 kepala keluarga yang terdampak bencana badai seroja. Sebagian besar rumah dalam kondisi rusak berat dan tidak dapat ditinggali. Kondisi yang hampir sama juga disaksikan Gubernur dan Wali Kota di Kampung Amanuban, Kelurahan Oebufu.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) mengatakan, pemerintah provinsi (pemprov) akan menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mempercepat upaya relokasi warga dari lokasi-lokasi bencana yang rusak parah ke lokasi baru yang disiapkan pemerintah daerah. "Bagi rumah-rumah warga yang rusak di tempat-tempat yang sama sekali rawan (bencana) ke depannya, maka mereka harus direlokasikan ke tempat lain yang lebih aman. Tentu saja untuk ini, kami (pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten,red) harus kerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, " kata Wagub JNS saat diwawancarai media di Posko Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja, Aula El Tari Kupang, Sabtu (10/4).

Tambah lagi bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap masyarakat Kabupaten Kupang yang terdampak bencana yang terjadi baru - baru ini. 20 Ton Beras, 500 dos Aqua, 225 ball mie instan serta 2 armada Tanki air bersih disalurkan ke 5 lokasi berbeda di Kabupaten Kupang, Kamis 8/4/2021. Berangkat dari Kantor Gubernur pukul 12.00 WITA, tim yang terdiri dari personil Biro Umum Setda Prov NTT dipimpin oleh Kepala Bagian Rumah Tangga Godlief Elliek, SE.MEc.Dev, personil dari Yonif 743 dipimpin oleh Komandan Batalyon Letda Inf. Doddi Y. Hartanto, SE serta tim BNPB Prov NTT ini langsung bergerak lokasi pertama di Desa Tuapukan. Di lokasi ini Tim menurunkan bantuan berupa 3,25 Ton Beras, 100 dos air mineral, serta 25 ball mie instan dan semua bantuan ini ditampung pada salah satu Gedung Gereja yang dikoordinir langsung oleh Pdt. Oktovianus Nalle, S.th.