Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Menu Style

Cpanel
Header
Home

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan kerja bersama rombongan di Kabupaten Ngada (24/5) untuk meresmikan Kampus Desa Bambu Agroforestri di daerah Turetogo di Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa di atas lahan satu hektar, kampus tersebut dibangun oleh Yayasan Bambu Lestari  (YBL), organisasi nirlaba yang sejak 1993 telah aktif mengkampanyekan dan mewujudkan bambu sebagai solusi lingkungan dan solusi ekonomi bagi masyarakat pedesaan di NTT. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti Oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat yang disaksikan oleh sejumlah pejabat Pemprov NTT serta Bupati Ngada AKBP (Purn) Paru Andreas dan Hadir pula  Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Bito Wikantosa.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan Kunjungan kerja bersama rombongan di Wilayah Flores yakni, Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo dan Ende, (23/5). Kunjungan Kerja kali ini dimulai dari Manggarai Barat dan bermalam di lembor, Kamis (21/5), selanjutnya menuju Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur serta bermalam di Desa Colol, Sabtu (22/5). Gubernur VBL mengatakan, kunjungan kerja dilakukan untuk memastikan pembangunan dilapangan berjalan dengan baik dan membangun kesepakatan bersama dengan Bupati dan stakeholder terkait. "Kunjungan kerja yang kami lakukan dalam jumlah besar, untuk memastikan tidak adanya hambatan dalam pembangunan, dan manakala ada, langsung kita selesaikan saat itu juga karena ada permasalahan yang hanya bisa diselesaikan oleh pemimpinnya," Ungkap Gubernur Viktor saat menyampaikan sambutan di Desa Colol

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meresmikan sekolah SMKN 3 Kecamatan Komodo, Manggarai Barat dan didampingi oleh Bupati Manggarai Barat, Edi Endi. Jumat (21/5). Gubernur Viktor Laiskodat dalam sambutannya mengungkapkan tentang Pengembangan Industri Pariwisata di NTT mesti perkuat Sumber Daya Manusia NTT melalui pendidikan yang menghasilkan manusia spiritual, intelektual, memiliki jejaring nasional dan sehat. "Pengembangan Industri pariwisata di NTT harus SDM kita bangun dan jangan bangun manusianya berdasarkan indentitas sesama agama, suku dan warna kulit saja, itu bisa membuat kita tidak memiliki energi untuk mewujudkan kesejahteraan", ungkap Gubernur Laiskodat

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (Ditjen PSLB3) menghibahkan satu unit mesin Insinerator untuk Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang diwawancarai usai meninjau Insinerator di kawasan hutan di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Jum'at, (19/5) mengatakan, kehadiran Insinerator pertama di Labuan Bajo itu memberikan pesan positif bagi Wisatawan dan tidak perlu ragu lagi dengan sistem pengelolaan dan manajemen limbah B3 di Labuan Bajo. Lantaran, sudah ada Mesin Insinerator yang akan mengolah limbah B3 secara baik.